
Saat ini siapa yang tidak mengenal Facebook? Facebook, situs jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School diluncurankan pertama kali pada 4 februari dan awalnya hanya untuk siswa Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League.
Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat email universitas (seperti .edu, .ac.uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini.
Selanjutnya Facebook dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan dengan alamat email apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Facebook, mengapa ia dapat begitu berkembang pesat sejak launching perdananya tahun 2004? menurut alexa.com saat ini (saat di publishnya artikel ini) di Indonesia Facebook bertengger di posisi puncak situs dengan jumlah pengunjung terbanyak menggeser Google ke posisi dua dan Yahoo ke posisi tiga serta menendang Friendster ke peringkat enam. Mungkin data statistik berikut dapat membantu memberikan pencerahan.
Tiada hal yang konstan di kos A7: dinamis, heboh, meledak-ledak dan tidak jarang nyeleneh…itulah satu-satunya ke-konstanan yang terjadi di A7, salah satu bentuk kedinamisan yang terjadi adalah ke-kreativan untuk menemukan kata-kata baru atau jargon baru, dimana sebenarnya ini tidak perlu dilakukan, karena, ya karena jarang untuk tidak berakhir pada kata-kata atau jargon baru yang malah aneh dan tidak jelas. Begini ceritanya… *ala kismis
Pelaku: Yasin dan Nanas, saat mereka “berdua” sedang nostalgia melihat-lihat foto rafting beberapa hari yang lalu.
Nanas: Eh, kamu koq kelihatan lebih mendingan di foto ini…?
Yasin (sotoy dan pede): Iya dong, aku kan CAMERA FACE!
si Nanas mengerutkan dahi tanda dia bingung, merasa ada yang janggal dengan jawaban Yasin
Nanas: Fotogenik kaleee…
didengar Welldan yang langsung lihat mukanya Yasin apa bener mirip kamera.
Rosululloh: “JANGANlah seorang di antara kamu mengHARAPkan KEMATIAN & JANGAN pula meMOHONnya SEBELUM kematian itu DATANG menJEMPUTnya.” (HR. Muslim: 4843).
.
Syaikhul Islam: “Musibah, yang diterima karena Allah semata, lebih baik bagimu daripada nikmat yang membuat lupa mengingat-Nya.” (Doa & hiburan bagi orang sakit hal 18).
.
Sangat baik sekali jika kita selalu mendoakan saudara kita yang kesulitan, namun lebih utama jika dia tidak mengetahuinya. Lihatlah balasan yang akan diperoleh dalam hadits ini: “Doa seorang muslim pada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah DO’A YANG MUSTAJAB. Di sisinya nanti ada malaikat (yang bertugas mengaminkan doanya), ketika dia berdoa untuk saudaranya malaikat tersebut berkata: AMIN ENGKAU AKAN MENDPATKAN YANG SAMA DENGANNYA.” (HR.Muslim: 2733).
.
Barangsiapa yang niatnya adalah menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Allah akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan AKAN TUNDUK PADANYA. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk meggapai dunia, maka Allah menjadikannya tidak pernah merasa cukup, Allah pun akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya. (HR. Tirmidzi: 2465).
.
Yahya: “sebaik-baik teman adalah yang mengatakan kepada temannya, ‘ayo kita puasa sebelum kita mati’ dan seburuk-buruk teman adalah yang mengatakan kepada temannya ‘ayo kita makan dan minum sebelum kita mati’. (Hilyatul Auliya’: 3/71).
.
“Keberuntungan terbesar didunia ini adalah engkau menyibukkan diri dengan segala hal yang lebih utama dan lebih bermanfaat untuk hari esok.” (Al Fawaaid Ibnul Qoyyim).
.
Umar: Barangsiapa yang bersyukur tidak mungkin tidak ditambah oleh ALLOH karena Dia berfirman : “Jika kamu bersyukur PASTI AKU TAMBAH.”(Al Bayan wat Tabyin 3/288).
.
“Jika hidupnya badan akan membuatnya lancar dalam beraktifitas maka hidupnya HATI akan membuatnya BAHAGIA dunia dan akhirat.” (Tazkiyatun Nafs 39).
.
“Sesungguhnya ALLAH tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada mereka sendiri.” (QS. Yunus : 44).
Kamis 5 Maret 2009, kami menerima tawaran yang diberikan STSN, saya dan Ridwan berangkat dari kos A7 setelah shalat subuh, menuju ke Hotel Musafira di daerah taman siswa, disanalah kami berkumpul. Alhamdulillah kami kebagian jatah kaos panitia Widyakarya ^_^v, sebenarnya lebih mengharap kaos yang seperti milik mahasiswa STSN, mengapa? karena di belakang kaos mereka tertulis << www.lemsaneg.go.id >> yang merupakan situs intranet Lembaga Sandi Negara, bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk! coba saja akses situs tersebut, di web browser saya muncul pesan: Error! Could not connect to remote server. Padahal jika diakses dari LSN dapat diakses dengan baik. Sedangkan di belakang kaos kami tertulis “Dekso-Dukuh-Banaran”, seperti rute angkot? hati bertanya-tanya tempat apakah ini? ternyata itu adalah tempat yang dalam beberapa jam kedepan akan menjadi tempat petualangan paling penting dalam sejarah Persandian Indonesia.
Berangkat dari Musafira pukul 07.00 dengan bus STSN, dari kos pagi ini saya dan Ridwan memang belum sarapan, teman-teman lain dari Klub Sandi juga ada yang belum sarapan, berharap akan disediakan sarapan saat di bus, karena kami lihat mereka mulai sibuk membawa “kotak ajaib” ke bus, namun sebuah kalimat meluluh-lantakkan asa kami: “maaf buat temen-temen UGM tidak ada jatah sarapan”, bagai petir yang menyambar di pagi hari, kami hanya bisa pasrah dan tersenyum kecut… Bus terus melaju ke arah barat Yogyakarta, Kulon Progo, Kecamatan Samigaluh. Tiba di lokasi sekitar pukul 08.00, cuaca hari itu bersahabat, tidak panas, cukup cerah berawan. Read the rest of this entry »

Ada yang sudah pernah baca novelnya Dan Brown yang berjudul Digital Fortress? Novel ini berkisah tentang Susan Fletcher, seorang ahli matematika yang cemerlang, ia adalah kepala divisi kriptografi dari National Security Agency, ia berhadapan dengan sebuah kode yang tak-terpatahkan bernama “Digital Fortress”, yang bahkan TRANSLTR tidak dapat memecahkannya. TRANSLTR adalah super-komputer NSA yang memiliki 3 juta prosesor yang dapat meng-crack data yang dienkripsi menggunakan metode “Brute Force” dalam waktu singkat, kode dari “Digital Fortress” ditulis oleh cryptographer Jepang Ensei Tankado, seorang pegawai yang dipecat dari NSA, “Digital Fortress” adalah sebuah worm komputer yang dirancang untuk membuka databank NSA ke seluruh dunia. Tankado tahu bahwa NSA akan menggunakan TRANSLTR untuk memecahkan algoritma “Digital Fortress”, sehingga mereka dapat membaca sandi terenkripsi. Padahal aktivitas TRANSLTR ini malah membangkitkan algoritma “Digital Fortress” untuk mendapatkan akses ke databank dan membuka semua firewall sehingga orang dengan modem akan bisa mendapatkan akses ke databank NSA. Susan harus mencari jalan keluar untuk menghentikan penyebaran kode ini.
Apa hubungannya dengan artikel kali ini? Sebenarnya pada hari Rabu, 4 Maret 2009, sekitar 40 mahasiswa dan Dosen Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) berkunjung ke Fakultas MIPA UGM, disambut oleh sekitar 10 mahasiswa dari Klub Sandi UGM dan beberapa dosen MIPA, Bpk. Janoe Hendarto, Bpk. Retyanto Wardoyo, Bpk. Khabib Mustofa yang mewakili PPTIK dan Ibu “Yuyun”. Kesan pertama terhadap mereka mengingatkanku pada sosok Susan Fletcher, mereka adalah calon cryptographer handal negeri ini. Mahasiswa STSN adalah mahasiswa pilihan, dari 1200 pendaftar hanya 40 yang diterima melalui 6 tahap seleksi yang ketat. Mereka yang memang dididik untuk menjadi cryptographer, dan kami mahasiswa biasa yang cinta pada sandi, saat dipertemukan seperti ini, seolah ada ikatan yang menghubungkan kami, kesamaan minat dan kecintaan yang sama pada Sandi. Sudah sejak SD saya tertarik pada Sandi, saat Pramuka pernah diajarkan Sandi Morse, Simaphore, Sandi Batu/Rumput, kemudian saat kubaca Novel Sherlock Holmes, Digital Fortress, Komik Detektif Conan, Pelajaran Kriptografi (belum pernah ambil), dan “kode-kode cinta”, semakin menumbuhkan kecintaanku pada Sandi. Hmmm…baik, kita lanjutkan ceritanya… Read the rest of this entry »